Showing posts with label Kompasiana. Show all posts
Showing posts with label Kompasiana. Show all posts

Wednesday, 28 November 2012

Baca Kitab di Tablet Android

 Bagi anda yang menggunakan Handphone atau Tablet Android dan biasa membaca Kitab-Kitab berbahasa Arab, maka saat ini sudah ada aplikasi yang memfasilitasi agar kita dapat membaca berbagai macam Kitab berbahasa Arab dari Aplikasi ini. Bagi yang terbiasa dengan Maktabah Syamilah aplikasi ini sangat membantu sekali. Tidak perlu lagi repot-repot membawa Laptop/Notebook/Nettbook lagi untuk membuka aplikasi Maktabah Asy-Syamilah.

Nama aplikasinya adalah Shamela Reader, dibuat oleh nyitgroup.com, bisa di unduh disini,  kami lampirkan juga video tutorialnya disini, tentunya dengan pengantar berbahasa Arab.
Menurut kami dibanding dengan aplikasi Qoriu Kutubul Maktabah Syamilah bikinan Smarter Soft, Shamela Reader lebih baik, karena di Shamela Reader kita bisa lihat kitab per-bab, dan tampilannya pun lebih bagus.

http://assamarindy.files.wordpress.com/2011/11/symilah.jpg?w=300&h=180&h=180

Kami sarankan sebelum men-download aplikasi ini, agar memori internal di HP atau Tablet Android anda cukup besar, kurang lebih 1 GB karena kitab-kitab yang di download membutuhkan ruang memori yang cukup besar, kami sendiri menggunakan Tablet Advan dengan memori internal 4 Gb.

Dan ini kami sertakan screenshot dari program Shamela Reader





https://lh3.ggpht.com/5siFG4_RHMaYVe2AamahZu6WTI_70qdo4QKH1vW4mZKeTs5_Ser77VOofUJRDZXzyg

Tuesday, 27 November 2012

Mempertanyakan (Efektifitas) Santunan Yatim

Bulan Muharam adalah bulannya anak yatim, di bulan ini banyak Masjid, kantor, ataupun per orangan yang memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Biasanya anak-anak yatim diberi sembako (beras, mie instan, gula dll) serta uang,  kegiatan seperti ini sudah berlangsung sejak dahulu namun kesemuanya itu menurut kami adalah kurang efektif cenderung konsumtif tidak produktif, sudah saatnya kita ubah paradigma santunan yatim pada hal-hal yang produktif, misal bantuan SPP sekolah berikut penunjang-penunjangnya, hal tersebut lebih bertahan lama manfaatnya dibanding uang dan sembako yang bisa langsung habis tidak berbekas, belum lagi pemberiaan uang kadang akan mengarahkan anak-anak yatim pada hal-hal yang bersifat materialisme, ada kisah dimana di bulan Muharam yang banyak santunan ini, ada seorang anak yang membuka amplop pemberian untuknya di hadapan sang pemberi, begitu di buka uang nya adalah Rp.20.000,- ia pun berujar “ya, cuma dua puluh ribu doang”, ini adalah fakta dimana seorang anak yatim akhirnya menjadi ‘matre’ akibat banyaknya santunan yang ia terima dari berbagai pihak, ada kalanya yang mereka terima banyak ada kalanya sedikit, selain juga ini adalah faktor sang anak yang kurang dididik akhlaq nya. Setelah acara santunan selesai, kadang tidak terpikir bagaimana sekolah mereka?, ngaji mereka? dan sebagainya.

Selain itu, saat ini sudah saatnya ada database khusus yatim, mulai dari lingkungan paling kecil seperti RT (Rukun Tetangga), RW (Rukun Warga) , dimana data tersebut dapat di update secara berkala sehingga sewaktu-waktu diperlukan dapat segera digunakan, sebab selama ini kecenderungannya baru cari yatim saat mau santunan, kesannya perhatian sama yatim pas mau santunan doang, setelahnya ???. Data-data yang terhimpun juga akan mencatat berbagai macam kebutuhan dari yatim, mungkin ada yang nunggak bayaran sekolah berbulan-bulan, mungkin ada yang rumahnya kebocoran sehingga perlu renovasi dan lain sebagainya.

Sekali lagi, sudah saatnya kita menyantuni anak yatim untuk masa depan mereka yang lebih baik dan berkesinambungan, tidak tergantung pada peringatan Muharam atau hari-hari besar Islam lainnya.

Sebagai tambahan kami kutip definisi yatim menurut Ar-Roghib Al-Asfihani yang termuat dalam karyanya Al-Mufrodaat fi Ghoriibil Qur’an : yatim adalah terputusnya seorang anak (ditinggal mati) dari ayahnya sebelum ia berusia baligh.

Tuesday, 20 November 2012

Susah Dinasehatin, ini tips-nya

Mungkin diantara kita ada yang mempunyai  anak, suami, istri, saudara atau keponakkan yang susah banget dinasehatin dan diajak melakukan kebaikan, shalat misalnya, ada saja alasan untuk tidak melakukannya, ntar lah, capeklah dan sebagainya.  Padahal sudah berkali-kali diingatkan namun tidak juga diindahkan, masuk kuping kanan keluar kuping kiri, padahal kita tidak mau mereka berada di jalan yang salah, jauh dari nilai-nilai agama, apalagi di zaman sekarang ini, yang praktek kehidupan kesehariannya banyak yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, dari mulai cara bergaul, cara berpakaian, cara bertetangga, cara ber-bisnis dan sebagainya. Allah SWT sendiri memerintahkan agar kita menjaga diri dan keluarga kita jangan sampai masuk neraka (QS At-Tahrim : 6).
Karena itu ada baiknya kita coba mempraktekkan beberapa tips dibawah ini agar orang-orang terdekat, yang hatinya masih keras menjadi lunak dan mudah diajak melakukan amal baik, tips-tips ini saya ambilkan dari kitab Kitab At-Tadzkiroh bi ahwaalil mautaa waumuuril-aakhiroh (Peringatan akan hal-hal kematian dan perkara-perkara akherat)  karangan Imam Al-Qurthubi.

1. Ajak mereka menghadiri atau menyaksikan (TV/DVD/Youtube/dll) pengajian keagamaan, yang di dalamnya terdapat nasehat-nasehat dalam menjalani hidup ini, diterangkan pula akibat-akibat dari amal baik dan sebaliknya akibat-akibat dari amal jelek, kisah orang-orang soleh. Dengan catatan jangan ajak mereka ke pengajian yang isinya caci maki dan menyalahkan orang lain, kalau mereka diajak ke pengajian model begini, kemungkinan besar mereka justru akan semakin menjauh. Harus selektif juga, cari yang men-cerahkan bukan yang meng-gerahkan.

2. Ingatkan mereka akan kematian, dengan cara dan bahasa yang halus tentu saja. Seorang Ulama yang bernama Abu Muhammad Abdul Haqq mengatakan : Mengingat mati itu akan mencegah perbuatan maksiat, melunakkan hati yang keras, menghilangkan kecintaan yang berlebihan terhadap dunia, meringankan musibah-musibah yang dialami.

3. Perlihatkan atau ajak mereka melihat orang yang dalam keadaan sakarotul maut, betapa beratnya sakarotul maut, bayangkan apa yang terjadi setelah kematian dan bagaimana nasibnya, hal ini akan membuat hati tidak tertarik terhadap kenikmatan dunia, membuat hati gelisah memikirkannya, membuat mata enggan terpejam, dan membuat enggan untuk bersantai-santai, sebaliknya membangkitkan semangat untuk ber-amal, dan menambah semangat untuk beribadah walau harus berpayah-payahan. Namun untuk tips yang ke 3 ini agak sulit mendapatkan kesempatannya, dengan kata lain tidak ada setiap saat.

4. Ziarah Kubur, pelajaran yang dapat diambil dari ziarah kubur ini adalah bahwa sesukses dan sehebat apapun seseorang pasti nantinya akan masuk kubur, tinggal apakah ia telah membekali dirinya dengan banyak amal soleh atau mengorbankan hidupnya untuk tidak beramal soleh demi menggapai kesuksesan di dunia saja, kesemuanya ada konsekwensinya. Dan saat itu, kita yang ber-ziarah, lain waktu kita pasti yang akan di-ziarahi.
Kesemuanya di atas adalah Ikhtiyar/usaha kita agar dapat melunakkan hati orang-orang terdekat, namun kita harus menyadari bahwa yang bisa melunakkan hati hanyalah Allah SWT , karena itu jangan putus-putusnya kita mohon pada Allah SWT agar melunakkan hati saudara-saudara kita yang masih keras dan susah dinasehatin.

Sunday, 18 November 2012

Utusan utusan Kematian

Setiap orang berkendaraan yang berbahan bakar (bensin/solar), berapapun jumlah roda nya, pasti akan selalu memperhatikan fuel meter atau alat untuk menandakan persediaan bahan bakar, manfaatnya adalah untuk siap-siap jika bahan bakar sudah mau habis maka harus sudah diisi kembali agar tidak berhenti mendadak ditengah jalan. Kalau begini maka tidak boleh jauh-jauh dari Pom Bensin, atau setidaknya bisa diperkirakan di depan perjalanan ada Pom Bensin. Jika tidak, cilaka 12, bayang-bayang kesengsaraan sudah hadir dipelupuk mata.
Mengambil pelajaran dari Fuel meter ini bisa diibaratkan seperti Umur kita, dimana ada posisi penuh atau F, kita gambarkan dengan sehat, banyak harta, lagi pegang amanah jabatan dll,  saat seperti ini berarti harus gas pol/geber abis untuk kebaikan atau amal soleh, sementara saat E atau emergency digambarkan sakit-sakitan, sudah tua, lemah dll saat seperti ini adalah pertanda akan segera berakhir, saatnya mawas diri dan hati-hati, karena undangan kematian sudah banyak berdatangan.

Berkaitan dengan ini dalam Kitab At-Tadzkiroh bi ahwaalil mautaa waumuuril-aakhiroh (Peringatan akan hal-hal kematian dan perkara-perkara akherat)  karangan Imam Al-Qurthubi ada Bab Khusus yang membahas tentang Utusan-utusan sebelum datangnya Kematian,  diantaranya disebutkan bahwa ada satu riwayat yang mengatakan : Sebagian para nabi ada yang bertanya kepada malaikat maut, apakah engkau (malaikat maut) mempunyai utusan-utusan sebelum engkau datang (mencabut nyawa), agar manusia waspada akan kedatanganmu?, malaikat maut menjawab : Ya, demi Allah aku memiliki utusan-utusan berupa:

- Musibah-musibah,
- penyakit-penyakit,
- Uban (rambut memutih),
- perasaan bingung,
- perubahan pendengaran dan penglihatan.

Dari riwayat ini setidaknya kita dapat mengambil pelajaran bahwa kejadian-kejadian yang menimpa kita seperti musibah, sakit, uban yang mulai tumbuh atau mulai mendominasi di kepala, bingung, kemampuan fisik yang semakin menurun adalah pertanda/pengingat atau ibarat Traffict Light itu lampu kuning dimana kita harus hati-hati. Dan sikap terbaik jika sudah diingatkan adalah memperbaiki hal-hal yang belum benar dan baik, jika sudah baik atau on the track maka tinggal ditambahkan kualitas dan kuantitasnya saja. Janganlah termasuk orang ‘terkunci’ mata hatinya, kejadian apapun yang menimpa, tidak memberikan ke-Sadaran. Jangan pula kita menunggu tua dan pensiun baru mulai ‘menanam’ amal soleh, sebab umur tidak sama persis dengan bahan bakar (bensin/solar) yang dapat diprediksi kapan habisnya.

Saturday, 17 November 2012

Manfa'at Mengingat Mati

Ketika barang berharga yang kita pergunakan sehari-hari hilang seperti Handphone, motor, mobile atau yang lainnya pastilah timbul perasaan penyesalan dalam diri kita, kok bisa hilang, kok kenapa tidak dikunci atau kita coba mencari-cari alasan lain  sebagai bentuk dari kehilangan. Namun seiring dengan waktu (dan rejeki) barang-barang yang hilang itu dapat diwujudkan kembali, handpone hilang kita bisa membeli Hp yang baru dan seterusnya.  Pertanyaannya adalah bagaimana jika yang hilang adalah nyawa kita yang hanya satu-satunya ini ??? bisakah dengan berjalannya waktu kita bisa mewujudkannya kembali, membeli nyawa yang baru ? that’s impossible.

Padahal kematian itu kita tidak tahu kapan datangnya, sebab kematian datang bukan dikarenakan sakit, sebab banyak orang yang punya penyakit yang berat/parah bertahan hidup, bukan juga dikarenakan usia tua, sebab banyak orang-orang muda dan sehat tiba-tiba meninggal dunia, kematian juga tidak mengenal tempat dan keadaan, jika memang sudah saatnya (ajal) maka tidak ada satu kekuatan pun yang dapat menundanya (QS. Al-Munafiqun (63) : 11). Dan kitapun tidak dapat bersembunyi atau menghindar darinya karena maut akan mendatangi kita pada saatnya bukan kita yang mendatanginya (QS Al-Jumu’ah ayat 8)

Disinilah letak pentingnya selalu mengingat akan kematian, setidaknya ada 3 manfaat dari sering-sering mengingat kematian sebagaimana disampaikan oleh Imama Ad-Daqooq yakni :

1. Bersegera untuk ber Taubat, bagaimana tidak seseorang yang tahu bahwa dirinya akan mati pasti tidak mau kematiannya akan mengikut sertakan dosa-dosa yang selama ini sadar atau tidak sadar telah dilakukannya. Ia ingin clear  & clean dihadapan Allah SWT. Sebagaimana seorang musafir yang membawa bekal banyak maka ia tidak ingin bekalnya akan memberatkan ketika sampai ditujuan, yang dicari adalah bekal yang dapat meringankan dalam perjalanan selanjutnya. Taubat berarti kembali (pada Allah SWT), sebab orang yang berbuat maksiat sebenarnya ia telah keluar dari garis edar (orbit) yang telah Allah tetapkan, begitu ia sadar dan taubat maka ia pun kembali pada garis edar yang benar.

2. Hati yang Qona’ah, menururut kamus Al-Munawwir Qona’ah yang asal katanya Qoni’a-Yaqna’u berarti merasa puas atau rela, jadi dengan senantiasa mengingat kematian seseorang akan rela terhadap apapun kejadian yang menimpanya, khususnya hal-hal yang tidak mengenakkan, karena ia yakin kesulitan-kesulitan yang ia alami di dunia ini tidak selamanya alias ada batas akhirnya. Ada ungkapan mengatakan Ad-dun-ya wamaa fiihaa faaniyah wal aakhirotu wamaa fiihaa baaqiyah yang artinya Dunia dan segala isinya adalah Sirna/Sementara, Akhirat dan segala isinya adalah Tetap/Kekal. Ada optimisme walau di dunia ia ‘susah’ kelak di akherat akan mendapatkan kebahagiaan selama ia menjalani kehidupan di dunia lurus-lurus saja tanpa melanggar aturan-aturan syariat.

3. Rajin Ibadah, jika kita tahu bahwa besok akan mati niscaya mulai saat itu juga kita akan banyak beribadah, begitu pula orang yang selalu ingat bahwa dirinya bisa mati kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja akan selalu menjaga ibadahnya, ia tidak mau ‘kecolongan’ mati dulu nyesel kemudian. Yang sunnah apalagi yang wajib tidak ditinggalkannya, sebab ia sadar itulah (ibadah/amal) yang akan dibawanya kelak saat mati, bukan harta, bukan keluarga dan lainnya.

Kematian adalah sebuah Misteri/Rahasia Ilahi yang kita jangan bermain-main dengannya, dengan senantiasa mengingat akan mati moga kehidupan kita di dunia semakin ter-arah dan tidak salah arah.

Thursday, 15 November 2012

Metode Tarik Ulur

Main layangan memang mengasyikkan, ada kalanya kita menarik ada kalanya kita harus mengulur agar layangan tetap dapat berada di atas. Filosofi tarik ulur dalam permainan layangan bisa pula kita pergunakan untuk mendidik anak-anak kita. Dimana ada saatnya anak-anak diajarkan kedisiplinan, taat pada aturan-aturan, ada saatnya pula kita lepas mereka agar dapat kreatif dan mandiri tidak selalu bergantung pada orang tua.

Jika metode tarik ulur ini dapat dijalankan dengan baik, maka kita akan membentuk generasi penerus yang berkualitas sesuai dengan harapan yakni generasi yang berdisiplin tinggi namun tidak meninggalkan kreatifitasnya dalam segala hal (yang posotif), sebaliknya jika timpang misal tarik nya saja yang ditekankan pada anak dengan mengajarinya disiplin yang tinggi, segala sesuatu harus sesuai dengan petunjuk dan ‘diajarin’ maka kelak mereka akan menjadi orang-orang yang kaku serta cenderung tidak toleran terhadap perbedaan, sebaliknya jika yang ditekankan hanya ulur nya saja, maka kelak mereka akan menjadi orang-orang yang semaunya sendiri, tidak menghargai nilai-nilai atau norma-normal yang berlaku, termasuk pada orang tua pun mereka bisa melawan dan kurang ajar.

Agar metode tarik ulur bisa diterapkan secara tepat maka orangtua perlu membekali diri dengan pengetahuan psikologi anak, maksud psikologi disini mengetahui dan mencari tahu apa yang menyebabkan anak semangat, apa yang menyebabkan ia marah, apa yang ia sukai dan tidak sukai dan sebagainya, sebab masing-masing anak mempunyai karakteristik tersendiri alias tidak bisa diseragamkan. Dan dengan mengetahui kondisi psikologis anak, kita akan mengetahui kapan saatnya untuk ‘menarik’ dan kapan saatnya untuk ‘mengulur’.

Tuesday, 6 November 2012

salut dengan taxi blue-bird

Hari Minggu kemarin, tepatnya tanggal 4 November 2012 kami sekeluarga ada acara Arisan keluarga di rumah kakak di daerah Buncit 8, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, karena membawa orang tua maka kami memilih menggunakan Taxi untuk menghadiri acara keluarga tersebut, biasanya kalau sekeluarga (suami istri plus 2 anak), kami menggunakan motor kesayangan : Honda Vario. Saat pergi /start dari Ciledug kami menggunakan Taxi Express, terus terang bagi saya pribadi merasa lebih nyaman menggunakan Taxi Express dan Blue Bird, jadi kalau tidak ada  Express ya Blue Bird begitu pula sebaliknya.

Begitu selesai acara arisan keluarga kami pulang menggunakan Taxi Blue Bird, cuaca saat itu hujan sehingga laju kendaraan pun tidak terlalu cepat, belum lagi ada satu hukum yang berlaku di Jakarta dan sekitarnya yakni jika turun hujan bisa dipastikan akan terjadi kemacetan dimana-mana. Disela-sela kemacetan sesekali kami mengobrol dengan Pak Supir yang ternyata pool nya di daerah Lenteng Agung, kesan kami dia ramah tidak kaku.

Namun yang paling mengejutkan saya pribadi saat kami sudah sampai tujuan, tertulis argometernya sebesar Rp. 75.000, saya keluarkan uang untuk membayar, setelah saya bayar, Pak Sopir memberikan struk/bon, agak surprise saya menerimanya karena seumur-umur naik Taxi baru kali ini saya dapat struk/bon, surprise sekaligus salut terhadap Blue Bird. Saya pikir ini bagus untuk konsumen karena mendapatkan informasi yang jelas terhadap jasa yang telah digunakannya, dan sepertinya bagus juga untuk ditiru oleh armada-armada Taxi lainnya.
Adapun tulisan di struknya sebagai berikut (bagusnya sih di foto ya, tapi kecil banget) :

Paling atas : Logo Blue Bird
Order & Keluhan : 021 79171234
Struck no.: 0015-04
Dari :…………….
Ke : …………….
No armada: DD5489
Tanggal: 04/11/2012
Waktu: 13:33 – 15:11
Jarak: 15.739 km
Walt: 64.03 m.s
Ongkos: Rp.   75000
#Terima kasih#

Saatnya angkutan massal di Ciledug

Kemacetan di daerah Ciledug menuju Kebayoran Lama atau arah sebaliknya adalah pemandangan dan keadaan yang di alami setiap hari, kemacetan akan semakin parah jika ada kendaraan yang mogok atau  kegiatan pernikahan (keluar masuk kendaraan tamu) ditambah jika ada genangan-genangan air akibat hujan, terasa makin lengkap saja penderitaan warga Ciledug dan sekitarnya. Kondisi ini sudah berlangsung lama, jika kita lihat dari posisi wilayah, Ciledug adalah daerah penyangga Jakarta, karena bersebelahan langsung dengan Ibu Kota, para karyawan yang bekerja di Jakarta banyak yang tinggal di sini, karena itu volume kendaraan yang melalui wilayah inipun sangat banyak, baik angkutan umum dari yang besar seperti: Bianglala, Mayasari Bakti, menengah seperti: Metromini dan Kopaja, kecil : angkot dan ojek, belum lagi kendaraan-kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Maka jika di jam-jam sibuk baik pagi maupun sore atau malam jalanan penuh dengan kendaraan.

Dari keadaan ini mungkinkah diterapkan angkutan massal di Ciledug?, dimana hal ini akan mengurangi volume kendaraan dan otomatis mengurangi kemacetan, sebab banyak manfaat yang dapat dirasakan jika hal ini terealisasi diantaranya : Penghematan waktu, dimana jika melihat kondisi sekarang jarak tempuh yang tidak terlampau jauh (Ciledug-Keb Lama) memerlukan waktu 45 s/d 60 menit jika menggunakan motor, jika menggunakan mobil baik angkutan umum atau pribadi pastinya waktu tempuh akan lebih lama lagi, pada hal jika dalam kondisi lengang (lebaran Idul Fitri biasanya) jarak  tempuh ini bisa dilalui hanya dalam waktu 15-20 menit .
Juga Angkutan Massal di Ciledug akan menghemat konsumsi BBM, sebab dengan adanya kemacetan sebetulnya terdapat pemborosan BBM. Belum lagi penghematan tenaga dan emosi, dimana jika macet pasti melelahkan baik secara pisik maupun psikis. Gampangannya banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh orang banyak jika terdapat Angkutan Massal di wilayah Ciledug, walau tidak bisa di nafi-kan ada pihak-pihak yang nantinya akan terkena imbas seperti pengusaha angkutan umum yang mengambil trayek dari dan ke Ciledug.

Mudah-mudahan pembenahan yang sedang dilakukan  oleh Bapak Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru, dapat pula membenahi permasalahan kemacetan di Ciledug , karena memang sebagian area kemacetan masuk dalam wilayah DKI Jakarta, tentunya tetap harus bekerjasama dengan pemprov Banten.

Sulitnya mencari Muadzin

Muadzin adalah sebutan untuk orang yang mengumandangkan adzan sebagai pertanda masuknya waktu shalat. Seorang muadzin harus memiliki beberapa kualisifikasi diantaranya dan yang ini yang paling penting adalah suaranya bagus, bagus dalam artian pengucapan benar dan bagus irama suaranya. Semua orang bisa menjadi muadzin asal sudah hafal bacaannya, namun tidak semua orang bisa menjadi muadzin yang bagus. Sebab adzan adalah panggilan yang akan di dengar oleh orang banyak, apa jadinya kalau yang memanggil katakan suaranya serak, sengau atau lain sebagainya, pastilah akan dikomplain banyak orang.

Di Masjid tempat kami mengabdi di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sedang kekurangan muadzin, karena ada yang sakit dan tidak bisa melanjutkan tugasnya lagi, maka dimulailah pencarian muadzin untuk mengisi kekosongan yang ada. Seluruh kontak yang kami miliki dihubungi untuk diminta bantuan untuk mencarikan muadzin, dan ternyata sangat tidak mudah mencari seorang muadzin yang benar-benar sesuai dengan kualifikasi. Sudah beberapa orang yang kami panggil, ada yang tidak sesuai dengan kualifikasi ada juga yang sudah memenuhi kualifikasi namun sayang  orangnya belum siap tinggal berjauhan dengan keluarga karena teringat terus akan keluarganya alias tidak betah. Namun pada akhirnya setelah sekian lama mencari, Alhamdulillah kami telah menemukan yang kami cari disertai harapan dan do’a moga ia dapat bertahan lama alias betah.

Dari kejadian ini ada yang dapat kami ambil pelajaran bahwa perlunya memiliki jaringan-jaringan, khususnya ke daerah-daerah yang dapat sewaktu-waktu dimintakan bantuan untuk mencari muadzin  , sebab orang yang mau ‘ber-profefesi’ sebagai muadzin adalah langka.

Friday, 2 November 2012

Gantian dong...

Saya terharu dan terinspirasi dengan sikap orang-orang dekat saya yang sangat perhatian pada orang tuanya. Mereka bukanlah orang-orang yang tidak sibuk, justru mereka sangat sibuk dengan urusan bisnis dan pekerjaannya, namun sesibuk apapun perhatian pada orang tua diprioritaskan.

Jika kita flashback saat kita kecil, perhatian orang tua pada kita sangat besar sekali, badan panas akan membuat khawatir, was-was kalau-kalau anaknya sakit ini atau itu. Selezat apapun hidangan yang ada dihadapan mereka rasanya menjadi hambar selama sang buah hati masih belum membaik. Jika anak tak kunjung membaik justru semakin parah, orangtua berharap biar mereka saja yang merasakan sakitnya jangan anak saya. Mereka rela mengorbankan waktu tidurnya dimalam hari demi memastikan kondisi anak baik-baik saja. Saat sang anak berulang tahun orang tua berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan memberikan suatu hadiah yang dapat menggemberikan hati sang anak.

Waktu terus berjalan, sang anak kini telah dewasa, sudah memiliki suami/istri dan anak, sementara sang orang tua sudah semakin tua, dengan rambut yang semakin memutih, kulit keriput, tenaga melemah mudah sakit, keterbatasan pendengaran dan penglihatan dan lain sebagainya. Bagi orang tua walau waktu telah berubah namun perhatian, kasih sayang, dan do’anya tidak pernah berubah. Mereka akan bahagia dan senang jika melihat anak cucu nya bahagia dan senang, sebaliknya mereka pun ikut merasa pedih jika anak dan cucu sedang menderita.

Yang menjadi bahan renungan adalah sudahkah kita mengorbankan diri untuk orang tua kita. Saat orang tua sakit sudahkah kita mengajak mereka berobat ke dokter atau paling tidak memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakitnya? Saat mereka ingin ngobrol tentang apa saja sudahkah kita menyempatkan waktu dan diri untuk menemaninya mengobrol, orang tua sangat senang sekali jika bisa ngobrol dengan anaknya. Saat selesai shalat sudah kah kita menyisipkan do’a khusus untuk orang tua kita?

Gantian dong…mereka sudah berkorban banyak, sementara kita masih sedikit berkorban untuk mereka…

Wednesday, 31 October 2012

Jangan Sepelekan

Berkaca pada peristiwa di Lampung yakni bentrok antar 2 kampung di Kalianda kita dapat mengambil pelajaran tentang menyepelekan masalah. Di awal peristiwa Lampung ini kebanyakan orang menganggap itu adalah masalah biasa yang nantinya reda sendiri, tidak terbayang sampai hari ini Rabu 31 Oktober 2012 sudah 12 orang meninggal dunia dan ribuan mengungsi karena bentrok tersebut.

Kecenderungan orang Indonesia adalah REAKTIF terhadap masalah-masalah yang ada, menunggua meledak baru di tangani, akibatnya berapa banyak kerugian jiwa dan harta harus ditanggung. Jika saja masalah-masalah yang ada dihadapi dengan ANTISIPATIF maka kerugian-kerugian yang ada bisa diminimalisir. Inilah Pekerjaan Rumah kita bersama, sebab peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi di Indonesia, seharusnya pihak berwenang sudah bisa meng-antisipasinya.

Dalam terminologi agama Islam, dosa-dosa kecil saja jangan dianggap remeh, karena hal itu akan menjadi akumulasi yang menyebabkan kotornya hati, jika hati sudah kotor maka perlu ‘treatmen’ yang berat dan butuh kesabaran untuk kembali membersihkannya sehingga dapat kembali dengan mudah menangkap sinyal-sinyal Ilahi (Kesadaran/Insyaf). Begitu pula masalah-masalah yang timbul di dalam masyarakat jangan dibiarkan tak tertangani sebab hal itu akan menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak.
Mengakui Kesalahan