Wednesday, 24 October 2012

6



Dari Ali bin Abi Tholib r.a : Siapa saja yang mencari ilmu maka ia akan mendapatkan surga dalam pencariannya, dan siapa saja yang mencari kemaksiatan maka ia akan mendapatkan neraka dalam pencariannya.
(Kitab Al-Isti’daad liyaumil Miaad- Ibnu Hajar Al-‘Asqolani)

Dalam Kitab Nashoihul Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani yang merupakan Kitab Syarah (yang menjelaskan) isi Kitab Al-Isti’daad liyaumil Miaad, beliau mengatakan : Barang siapa yang menyibukkan dirinya untuk mencari dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta menghilangkan kebodohannya maka hakekatnya ia sedang menuju Surga dan ke-Ridhho an Allah SWT, dan siapa yang ingin melakukan kemaksiatan hakekatnya ia sedang menuju Neraka dan menuju kemurkaan Allah SWT.

Tuesday, 23 October 2012

5



Dari Utsman bin ‘Affan r.a : Keinginan yang teramat sangat pada dunia akan membuat kegelapan di dalam hati, sebaliknya keinginan yang teramat sangat pada akherat akan membuat cahaya di dalam hati.
(Kitab Al-Isti’daad liyaumil Miaad- Ibnu Hajar Al-‘Asqolani)
Dalam Kitab Nashoihul Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani yang merupakan Kitab Syarah (yang menjelaskan) isi Kitab Al-Isti’daad liyaumil Miaad, beliau mengatakan : Bersedih terhadap perkara-perkara yang berkaitan dengan kehidupan duniawi akan menjadikan kegelapan di dalam hati, sementara kesedihan yang berkaitan dengan perkara-perkara akherat akan menjadikan penerang di dalam hati.

4



Dari Umar Ibnul Khoththob r.a : Kemulian di dunia (bisa diperoleh) dengan harta, sementara kemulian di Akherat (bisa diperoleh) dengan Amal Soleh.

3



Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq* r.a : Barang siapa masuk kubur (meninggal) tanpa bekal (amal soleh) maka bagaikan seseorang yang mengarungi lautan tanpa perahu.
(Kitab Al-Isti’daad liyaumil Miaad- Ibnu Hajar Al-‘Asqolani)
*Julukan Ash-Shiddiq bagi Abu Bakar dikarenakan beliaulah orang yang pertama kali membenarkan peristiwa Isra Mi’raj disaat kebanyakan kaum muslimin saat itu diliputi keraguan.

2



Rasul saw bersabda : Hendaklah kalian berada dalam satu majlis dengan para Ulama (mengaji) dan mendengarkan perkataan orang-orang yang bijaksana (Hukama), karena sesungguhnya Allah SWT menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan air hujan.

1



Diriwayatkan bahwa Rasul saw bersabda : Ada dua hal yang tidak ada sesuatu yang lebih baik dari keduanya yaitu Beriman pada Allah dan Bermanfa’at bagi Muslim lainnya, dan dua hal yang tidak ada yang lebih buruk dari keduanya yaitu Syirik (menyekutukan) pada Allah dan Membuat kerusakan/Kemadhorotan bagi muslim lainnya.

Sunday, 16 September 2012

Taqwa lah, dimanapun kapanpun

Taqwa yg mayoritas ulama mengartikan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya diperintahkan untuk dijalankan tanpa mengenal tempat dan waktu, selagi nafas masih ada perintah ini masih tetap berlaku. Tidak ada alasan karena sakit lantas taqwa ditanggalkan Dan ditinggalkan. Tidak ada alasan karena sedang bepergian taqwa dicampakkan.
Taqwa inilah yang akan menjaga hubungan kita dengan Allah tetap baik, walau kondisi kesehatan keuangan, rumah tangga dan Sebagainya sedang kurang baik.

Bekal terbaik adalah taqwa.

Cikarang, 16 September 2012 , 05:49

Friday, 24 August 2012

Pasca Lebaran

Euphoria lebaran masih terasa hingga H+5, masih terlihat saling kunjung mengunjungi diantara sanak kerabat, walau sebagian lebih memilih mengunjungi tempat-tempat hiburan keluarga.

Idul Fitri atau lebaran adalah kemenangan bagi orang-orang beriman yang menjalankan ibadah puasa selama satu (1) bulan penuh. Kemenangan meelawan hawa nafsu yg cenderung untuk selalu mengajak melakukan kemaksiatan/pembangkangan pada perintah atau larangan Allah SWT. Orang yang merayakan Idul Fitri sejatinya merayakan kemenangan dirinya melawan hawa nafsunya sendiri sehingga ia tidak lagi menjadi budak Hawa nafsunya, justru ia dapat mengarahkan hawa nafsunya untuk taat pada Allah SWT. Dan Salah satu faktor yang dapat mengekang hawa nafsu menurut Imam Al-Ghozali adalah perut yang kosong atau lapar yang dirasakan setiap harinya saat berpuasa.

Masalahnya adalah bagaimana caranya agar kemenangan yang sudah diraih dapat dipertahankan atau malah ditingkatkan. Ini adalah bukan perkara mudah, sebab jika dibulan Ramadhan suasana nya kondusif untuk mendekatkan diri pada Allah SWT, sementara diluar Ramadhan kondisi kurang mendukung dan godaan-godaan datang secara bertubi tubi dari segala arah. Namun jika kita sudah bertekat untuk melanjutkan spirit/semangat Ramadhan pasti Allah akan memberikan pertolongan-Nya. Ada beberapa hal yang bisa menjaga spirit ibadah kita diantaranya:
- Selalu ingat akan kematian yang bisa datang kapan saja.
- Men-dawamkan/membiasakan shalat 5 waktu berjama'ah Di masjid.
- Memperbanyak puasa sunnah.
- Rajin menghadiri/mengikuti majlis-majlis ilmu.
- Memperbanyak silaturahim/berteman dengan orang-orang soleh.

Faidzaa 'azamta fatawakkal 'alallah.