Dua kali mendapatkan orang untuk asistensi pekerjaan rumah tangga, dua kali itu pula kandas tak bertahan lama.
Yang pertama, hanya bertahan seminggu, kerjanya bagus, dania pun sudah lulut/cocok sama dia, namun mental kerjanya yang belum bagus hingga menyatakan tidak betah karena sepi.
Yang kedua cukup bertahan lama yakni 1 bulan 20 hari, mentalnya bagus, kerjanya bagus namun tempo kerjanya yang lambat pada semua hal mulai mencuci, menggosok dsb, kemudian dengan dania tidak lulut/cocok sama sekali dan dia tidak mencoba 'mendekati' dania, akhirnya dipulangkan saja daripada tiap hari 'makan hati' melihat kelambanannya.
Saat ini masih terus mencari, karena memang sangat membutuhkan dengan dua anak yang ke 1 usia 3,5 th dan yang kedua bayi belum 1 bulan, hingga sangat merepotkan jika semua pekerjaan dibebankan pada istri sendirian.
Monday, 7 March 2011
Sunday, 6 March 2011
Nge-charge energi batin
Alhamdulillah hari ini bisa berkumpul dengan mertua, kakak & adik ipar serta keponakan-keponakan.
Bertemu dengan keluarga menghadirkan semangat setelah didera oleh rutinitas kerja & tugas lainnya.
Ada canda tawa di dalamnya, tukar kabar dan informasi, dan yang pasti sebagai bentuk pengamalan perintah ilahi & nabi, tuk menjaga silaturahmi.
Bertemu dengan keluarga menghadirkan semangat setelah didera oleh rutinitas kerja & tugas lainnya.
Ada canda tawa di dalamnya, tukar kabar dan informasi, dan yang pasti sebagai bentuk pengamalan perintah ilahi & nabi, tuk menjaga silaturahmi.
Saturday, 5 March 2011
Kondisi Fisik
Awalnya dari kurang tidur karena begadang jagain bayi, dilanjut dengan tenggorokan sakit, dan saat ini pilek...dan satu hal lagi cuaca belakangan memang tidak mendukung untuk orang yang kondisi fisiknya tidak fit...tinggallah mencuri-curi waktu untuk istirahat, menghindari makanan yang ber-minyak dulu (ini yang berat sebab salah satu satu makanan favorit ya krupuk) dan kasih asupan makanan dan minuman yang lebih banyak gizi dan proteinnya (gak harus yang mahal)...
Thursday, 3 March 2011
Menjaga Hati dan Fisik
Orang-orang yang berkecimpung dalam dunia dakwah (dengan berbagai macam cara & bentuknya) sebagai jalan hidup (way of life) akan menghadapi kondisi hati & fisik yang fluktuatif (naik turun).
Untuk hati dikarenakan berbagai macam sifat dan karakter orang-orang yang dihadapi membutuhkan stok kelapangan hati yang sangat banyak, sebab jika tidak akan muncul penyakit hati seperti meremehkan, tidak ikhlas, sombong dsb.
Sementara untuk fisik dengan ritme hidup yang begitu padat, cenderung kurang istirahat maka fisik akan terus di "eksploitasi" (dalam hal positif) sehingga butuh perawatan yang baik agar tidak drop dan mengakibatkan sakit.
Prinsipnya sama, anatara hati dan fisik perlu perawatan berjangka agar tidak cepat rusak dengan berbagai macam penyakit, sama seperti mesin yang jika tidak dirawat dengan teratur maka akan cepat rusak atau mudah rusak. Perawatan hati yakni diantaranya dengan stel kembali niat (di toto niate) hingga tidak melenceng kemana-mana, perbanyak memberi (apapun bentuknya) pada orang lain, tawaddhu (lw profile). Sedangkan perawatan fisik diantaranya sempatkan istirahat, olahraga (rutin walau sebentar), makan makanan yang bergizi (walaupun gratisan / ra sa bayar).
Insya Allah jika hati dan fisik selalu terjaga, seluruh aktifitas akan menjadi lancar tanpa hambatan dan yang lebih penting selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Ciledug, 3 Maret 2011, 03:19 WIB.
Zulkarnain Abdul Halim
Untuk hati dikarenakan berbagai macam sifat dan karakter orang-orang yang dihadapi membutuhkan stok kelapangan hati yang sangat banyak, sebab jika tidak akan muncul penyakit hati seperti meremehkan, tidak ikhlas, sombong dsb.
Sementara untuk fisik dengan ritme hidup yang begitu padat, cenderung kurang istirahat maka fisik akan terus di "eksploitasi" (dalam hal positif) sehingga butuh perawatan yang baik agar tidak drop dan mengakibatkan sakit.
Prinsipnya sama, anatara hati dan fisik perlu perawatan berjangka agar tidak cepat rusak dengan berbagai macam penyakit, sama seperti mesin yang jika tidak dirawat dengan teratur maka akan cepat rusak atau mudah rusak. Perawatan hati yakni diantaranya dengan stel kembali niat (di toto niate) hingga tidak melenceng kemana-mana, perbanyak memberi (apapun bentuknya) pada orang lain, tawaddhu (lw profile). Sedangkan perawatan fisik diantaranya sempatkan istirahat, olahraga (rutin walau sebentar), makan makanan yang bergizi (walaupun gratisan / ra sa bayar).
Insya Allah jika hati dan fisik selalu terjaga, seluruh aktifitas akan menjadi lancar tanpa hambatan dan yang lebih penting selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Ciledug, 3 Maret 2011, 03:19 WIB.
Zulkarnain Abdul Halim
SOMBONG / TAKABBUR
Orang banyak tipe dan macamnya, ada yang pemalu ada yang pemberani, ada yang kaya ada juga yang miskin, juga ada yang rendah diri (tawadhu’ / low profile) ada juga yang sebaliknya yakni sombong alias takabbur. Sombong/Takabbur inilah yang akan kita coba bahas kali ini.
Sombong atau takabbur menurut Imam Al-Gozali dalam Kitab karangannya Bidayatul Hidayah adalah : Setiap orang yang mengaku dirinya lebih baik / hebat dibanding orang lain. Sombong merupakan penyakit yang berbahaya bagi diri kita, ibarat penyakit pada fisik kita maka sombong bagaikan penyakit kanker yang mematikan. Sering kita takut terhadap penyakit-penyakit fisik dan kerap selalu mendiagnosa dan segera mengobatinya, namun kita sering lalai terhadap penyakit-penyakit di jiwa kita dan alfa mengobatinya, satu diantaranya adalah penyakit sombong ini.
Jika seseorang sudah terjangkiti penyakit ini maka ia akan meremehkan orang-orang yang ada disekitarnya khususnya orang-orang yang menurut dia berada dibawah level-nya baik secara fisik, materi, status sosial dan sebagainya. Kadang ia merasa dialah orang yang paling berjasa, orang yang paling penting, jika tidak ada dia maka tidak akan ada kemajuan dan sebagainya. Orang pun akan enggan bergaul dengannya, jangankan orang Allah pun tidak menginginkan orang-orang yang memiliki sifat sombong untuk merasakan kenikmatan di akherat kelak (surga) sebagaimana terdapat dalam surat Al-Qoshos (28) ayat 83 yang artinya :
“ Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
Dan Rasulullah saw sendiri berwasiat bahwa orang yang mempunyai sedikit saja dari sifat sombong tidak bisa masuk surga sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah saw bersabda :” Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi (sekecil-pen) dari sifat sombong”.
Jika mengingat kembali kisah Iblis saat tidak mau mengikuti perintah Allah untuk sujud / memberi hormat pada Nabi Adam AS, hal itu dilakukan karena Iblis merasa dirinya lebih baik dari Nabi Adam AS, sehingga ia enggan untuk melaksanakan perintah Allah (QS Al-Baqoroh (2) : 34).
Menarik untuk disimak tip-tip yang diberikan oleh Imam Al-Gozali guna menghindarkan diri kita dari sifat Takabbur/Sombong, tip-tip ini terdapat dalam Kitab Bidayatul Hidayah karangan beliau :
1. Jika melihat orang yang umurnya lebih muda/junior, katakan pada diri mu bahwa orang ini dosanya lebih sedikit dibanding kamu yang umurnya sudah lebih tua, berarti ia lebih baik darimu.
2. Jika engkau melihat orang yang lebih tua/senior, katakan pada diri mu bahwa orang ini sudah lebih lama/banyak ibadahnya dibanding kamu karena hidupnya sudah lebih lama, berarti ia lebih baik darimu.
3. Jika engkau melihat orang lebih pintar, katakan pada dirimu bahwa orang ini telah memberikan apa yang belum kamu berikan, ia telah menyampaikan apa yang belum engkau sampaikan, dan ia telah tahu apa yang kamu belum tahu.
4. Jika engkau melihat orang yang lebih bodoh, maka katakan pada dirimu bahwa orang ini ber-maksiat pada Allah karena kebodohannya, sementara engkau maksiat pada Allah pada hal tahu bahwa itu larangan Allah.
5. Jika melihat orang kafir (non-muslim) katakan, aku tidak tahu mungkin saja suatu ketika orang ini masuk islam dan mengakhiri hidupnya dengan amal baik (husnul khotimah) dan dengan ke-islamannya terhapus seluruh dosa-dosanya dimasa lalu, sementara aku (aku berlindung pada Allah pada hal yang demikian) bisa saja suatu ketika tersesat kemudian kafir dan akhir hidup-ku buruk (su’ul khotimah).
Semoga Allah selalu menjaga kita dari sifat sombong, sebaliknya kita mohon pada Allah agar selalu diberikan sifat tawadhu’ (rendah diri) saat kita belum sukses dan saat telah sukses, saat belum kaya dan saat sudah kaya, dan seterusnya…amin.
Ciledug, 25 Februari 2011 jam 00.01
Zulkarnain Abdul Halim
SOMBONG / TAKABBUR
Orang banyak tipe dan macamnya, ada yang pemalu ada yang pemberani, ada yang kaya ada juga yang miskin, juga ada yang rendah diri (tawadhu’ / low profile) ada juga yang sebaliknya yakni sombong alias takabbur. Sombong/Takabbur inilah yang akan kita coba bahas kali ini.
Sombong atau takabbur menurut Imam Al-Gozali dalam Kitab karangannya Bidayatul Hidayah adalah : Setiap orang yang mengaku dirinya lebih baik / hebat dibanding orang lain. Sombong merupakan penyakit yang berbahaya bagi diri kita, ibarat penyakit pada fisik kita maka sombong bagaikan penyakit kanker yang mematikan. Sering kita takut terhadap penyakit-penyakit fisik dan kerap selalu mendiagnosa dan segera mengobatinya, namun kita sering lalai terhadap penyakit-penyakit di jiwa kita dan alfa mengobatinya, satu diantaranya adalah penyakit sombong ini.
Jika seseorang sudah terjangkiti penyakit ini maka ia akan meremehkan orang-orang yang ada disekitarnya khususnya orang-orang yang menurut dia berada dibawah level-nya baik secara fisik, materi, status sosial dan sebagainya. Kadang ia merasa dialah orang yang paling berjasa, orang yang paling penting, jika tidak ada dia maka tidak akan ada kemajuan dan sebagainya. Orang pun akan enggan bergaul dengannya, jangankan orang Allah pun tidak menginginkan orang-orang yang memiliki sifat sombong untuk merasakan kenikmatan di akherat kelak (surga) sebagaimana terdapat dalam surat Al-Qoshos (28) ayat 83 yang artinya :
“ Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”
Dan Rasulullah saw sendiri berwasiat bahwa orang yang mempunyai sedikit saja dari sifat sombong tidak bisa masuk surga sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah saw bersabda :” Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi (sekecil-pen) dari sifat sombong”.
Jika mengingat kembali kisah Iblis saat tidak mau mengikuti perintah Allah untuk sujud / memberi hormat pada Nabi Adam AS, hal itu dilakukan karena Iblis merasa dirinya lebih baik dari Nabi Adam AS, sehingga ia enggan untuk melaksanakan perintah Allah (QS Al-Baqoroh (2) : 34).
Menarik untuk disimak tip-tip yang diberikan oleh Imam Al-Gozali guna menghindarkan diri kita dari sifat Takabbur/Sombong, tip-tip ini terdapat dalam Kitab Bidayatul Hidayah karangan beliau :
1. Jika melihat orang yang umurnya lebih muda/junior, katakan pada diri mu bahwa orang ini dosanya lebih sedikit dibanding kamu yang umurnya sudah lebih tua, berarti ia lebih baik darimu.
2. Jika engkau melihat orang yang lebih tua/senior, katakan pada diri mu bahwa orang ini sudah lebih lama/banyak ibadahnya dibanding kamu karena hidupnya sudah lebih lama, berarti ia lebih baik darimu.
3. Jika engkau melihat orang lebih pintar, katakan pada dirimu bahwa orang ini telah memberikan apa yang belum kamu berikan, ia telah menyampaikan apa yang belum engkau sampaikan, dan ia telah tahu apa yang kamu belum tahu.
4. Jika engkau melihat orang yang lebih bodoh, maka katakan pada dirimu bahwa orang ini ber-maksiat pada Allah karena kebodohannya, sementara engkau maksiat pada Allah pada hal tahu bahwa itu larangan Allah.
5. Jika melihat orang kafir (non-muslim) katakan, aku tidak tahu mungkin saja suatu ketika orang ini masuk islam dan mengakhiri hidupnya dengan amal baik (husnul khotimah) dan dengan ke-islamannya terhapus seluruh dosa-dosanya dimasa lalu, sementara aku (aku berlindung pada Allah pada hal yang demikian) bisa saja suatu ketika tersesat kemudian kafir dan akhir hidup-ku buruk (su’ul khotimah).
Semoga Allah selalu menjaga kita dari sifat sombong, sebaliknya kita mohon pada Allah agar selalu diberikan sifat tawadhu’ (rendah diri) saat kita belum sukses dan saat telah sukses, saat belum kaya dan saat sudah kaya, dan seterusnya…amin.
Ciledug, 25 Februari 2011 jam 00.01
Zulkarnain Abdul Halim
Friday, 18 February 2011
JOEM'AT, 18-2-2011
Jum'at 18 Februari 2011 si dede melakukan pemijatan untuk yang pertama kalinya, secara medis juga tradisi memang bayi disarankan agar rutin dipijat agar perkembangan menjadi baik dan bugar.
Di saat si dede mau di urut ada tetangga memberitahu bahwa bu haji sani yang rumahnya tepat berada di depan rumah orang tua, meninggal dunia. Pertama kali mendengar kaget, langsung saja bergegas menuju rumah bu haji sani untuk ta'ziah, ternyata di sana sudah ada mamah yang sesunggukkan tanda kesedihan sebagai bentuk ikut berduka, ada juga yati, putri dari bu haji sani yang terdengar minta ma'af atas kesalahannya selama ini pada bu haji. Saat itu diantara saudara dan tetangga masih terlihat ada yang ragu bu haji sudah meninggal atau belum, namun tak lama berselang datang sesorang dengan membawa sebuah alat (mungkin mantri), begitu dia sampai kemudian masuk dan melihat bu haji ia berkata ini sudah tidak ada ditambah beliau memegang pergelangan tangan bagian kanan bu haji, ia pun berkata di ikhlaskan saja, ini sudah inna lillah (wafat).
Tak lama berselang, para tetangga berdatangan untuk ta'ziah dan dari speaker Masjid Jami' Ibadillahissolihin terdengar informasi telah wafatnya ibu haji sani ...Allohummaghfirlaha warhamha wa'aafiha wa'fu 'anha.
Di saat si dede mau di urut ada tetangga memberitahu bahwa bu haji sani yang rumahnya tepat berada di depan rumah orang tua, meninggal dunia. Pertama kali mendengar kaget, langsung saja bergegas menuju rumah bu haji sani untuk ta'ziah, ternyata di sana sudah ada mamah yang sesunggukkan tanda kesedihan sebagai bentuk ikut berduka, ada juga yati, putri dari bu haji sani yang terdengar minta ma'af atas kesalahannya selama ini pada bu haji. Saat itu diantara saudara dan tetangga masih terlihat ada yang ragu bu haji sudah meninggal atau belum, namun tak lama berselang datang sesorang dengan membawa sebuah alat (mungkin mantri), begitu dia sampai kemudian masuk dan melihat bu haji ia berkata ini sudah tidak ada ditambah beliau memegang pergelangan tangan bagian kanan bu haji, ia pun berkata di ikhlaskan saja, ini sudah inna lillah (wafat).
Tak lama berselang, para tetangga berdatangan untuk ta'ziah dan dari speaker Masjid Jami' Ibadillahissolihin terdengar informasi telah wafatnya ibu haji sani ...Allohummaghfirlaha warhamha wa'aafiha wa'fu 'anha.
Thursday, 17 February 2011
Amanah Baru
Tepat hari rabu tgl 9 februari 2011 bersamaan dg tgl. 6 robi'ul awwal 1432 H jam 14.59 wib bertempat di RS Bhakti Asih Ciledug, telah lahir anak kami yg kedua, putri dengan berat badan 3.040 kg dan panjang badan 48 cm melalui operasi cesar.
Kami berada di Rumah Sakit dari hari rabu 9/2/2011 dan sudah dibolehkan pulang pada jum'at 11/2/2011 kira-kira jam 4 sore.
Saat ini kamis 17/2/2011 anak kami sudah masuk usia 9 hari, kemarin pagi telah melakukan imunisasi polio.
Kami berada di Rumah Sakit dari hari rabu 9/2/2011 dan sudah dibolehkan pulang pada jum'at 11/2/2011 kira-kira jam 4 sore.
Saat ini kamis 17/2/2011 anak kami sudah masuk usia 9 hari, kemarin pagi telah melakukan imunisasi polio.
Thursday, 30 December 2010
SINYAL
Dalam hidup kita banyak mendapatkan sinyal atau tanda, saat badan terasa tidak enak itu tandanya mau sakit, saat sakit itu tandanya fisik/badan minta istirahat.
Jika perasaan tidak enak, hati gelisah itu tandanya ruhani minta diberi asupan dengan berbagai macam gizinya seperti tadarus Al-Qur'an, sedekah, shalat sunnah, nengok keadaan orang tua dan amalan-amalan lainnya.
Jika sinyal-sinyal yabg datang tidak ditanggapi malahan dicueki, maka akan menjadi rusak lah fisik & ruhani kita... na'udzu billah min dzalik...
Jika perasaan tidak enak, hati gelisah itu tandanya ruhani minta diberi asupan dengan berbagai macam gizinya seperti tadarus Al-Qur'an, sedekah, shalat sunnah, nengok keadaan orang tua dan amalan-amalan lainnya.
Jika sinyal-sinyal yabg datang tidak ditanggapi malahan dicueki, maka akan menjadi rusak lah fisik & ruhani kita... na'udzu billah min dzalik...
Wednesday, 15 December 2010
SERANGAN BALIK (COUNTER ATTACK)
Teringat pada acara tgl. 27 November 2010 yang lalu, saat saya dipersilahkan menyampaikan kesan dan pesan, pada poin pesan saya berharap kepengurusan yang akan datang memperbanyak kajian-kajian ke-Islaman, karena ujung tombak kegiatan di masjid adalah ta'lim, kajian, pengajian dan sejenisnya, sebab menurut saya selama ini masjid kita yang meramaikan adalah orang-orang luar (kajian dr luar) bukan bikinan masjid sendiri, oleh karena itu harus diperbanyak lagi kegiatan2 tersebut di pengurusan yang akan datang.
Saya mencontohkan di masjid lain bisa ada TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), Madrasah Diniyah dsb, kenapa masjid kita tidak bisa mengadakan itu???
Nah, disinilah sepertinya ada yang langsung maupun tidak langsung tersinggung.
Ditambah saat mau memperingati Tahun Baru Islam 1432 H, saya diminta untuk memberikan usulan kegiatan yang lain dari biasanya, maka saya mengusulkan dengan SEMA'AN AL'QUR'AN, namun di pihak bidang yang lain menginginkan agar kegiatannya yang biasa saja, lalu timbul tarik menarik, yang akhirnya Sema'an yang 'dimenangkan' atas perjuangan 'seseorang'. Yang walaupun pada akhirnya dicancel karena para hafidznya tidak bisa mengisi kegiatan tsb karena bentrok dengan ulangan umum.
Dari 2 hal diatas saya memperkirakan ada yang tersinggung dengan saya dan melakukan SERANGAN BALIK.
Saya mencontohkan di masjid lain bisa ada TPA (Taman Pendidikan Al-Qur'an), Madrasah Diniyah dsb, kenapa masjid kita tidak bisa mengadakan itu???
Nah, disinilah sepertinya ada yang langsung maupun tidak langsung tersinggung.
Ditambah saat mau memperingati Tahun Baru Islam 1432 H, saya diminta untuk memberikan usulan kegiatan yang lain dari biasanya, maka saya mengusulkan dengan SEMA'AN AL'QUR'AN, namun di pihak bidang yang lain menginginkan agar kegiatannya yang biasa saja, lalu timbul tarik menarik, yang akhirnya Sema'an yang 'dimenangkan' atas perjuangan 'seseorang'. Yang walaupun pada akhirnya dicancel karena para hafidznya tidak bisa mengisi kegiatan tsb karena bentrok dengan ulangan umum.
Dari 2 hal diatas saya memperkirakan ada yang tersinggung dengan saya dan melakukan SERANGAN BALIK.
Tuesday, 14 December 2010
ANAK
Ada anak mengambil uang orangtuanya, anak kabur dari rumah, anak melaporkan orangtuanya sendiri ke-polisi, anak merasa terkekang oleh orang tuanya, anak dieksploitasi orangtuanya.
Mengasuh anak sebuah amanat yang berat, banyak aspek yang terkait dengannya, jika salah dalam mendidiknya bisa merepotkan orang tua
Salah dalam mendidik anak akan menjadi musibah dan ujian bagi orang tua.
Mencermati kasus-kasus yang belakangan banyak terjadi adalah kecenderungan untuk berani berontak terhadap keputusan orang tua. Anak merasa tidak mau terlalu dipaksa terhadap apapun yang berkaitan dengan dirinya, mereka merasa terlalu dipaksa melakukan apa saja yang menurut orangtua baik, sebaliknya apa yang mereka rasakan dan pikirkan tidak diperhatikan oleh orang tua. Disinilah perlunya orang tua untuk bersikap bijaksana untuk mau mendengarkan dan memperhatikan apa yang dirasakan oleh anak, ada komunikasi dua arah. Seringnya yang membuat anak semakin berani pada orang tua karena anak tidak diberi ruang untuk menyatakan pendapatnya.
Mengasuh anak sebuah amanat yang berat, banyak aspek yang terkait dengannya, jika salah dalam mendidiknya bisa merepotkan orang tua
Salah dalam mendidik anak akan menjadi musibah dan ujian bagi orang tua.
Mencermati kasus-kasus yang belakangan banyak terjadi adalah kecenderungan untuk berani berontak terhadap keputusan orang tua. Anak merasa tidak mau terlalu dipaksa terhadap apapun yang berkaitan dengan dirinya, mereka merasa terlalu dipaksa melakukan apa saja yang menurut orangtua baik, sebaliknya apa yang mereka rasakan dan pikirkan tidak diperhatikan oleh orang tua. Disinilah perlunya orang tua untuk bersikap bijaksana untuk mau mendengarkan dan memperhatikan apa yang dirasakan oleh anak, ada komunikasi dua arah. Seringnya yang membuat anak semakin berani pada orang tua karena anak tidak diberi ruang untuk menyatakan pendapatnya.
Saturday, 11 December 2010
Kemuliaan Dunia dengan Harta, Kemulian Akherat dengan Amal Saleh
Banyak harta bakal kesohor diantara manusia, orang akan mudah mengenalnya, ooo si dia yang kaya raya itu atau ooo si dia yang tajir, dan sebutan-sebutan lainnya. Orang lain pun akan menaruh hormat padanya serta menuruti apa maunya karena hartanya. Sebaliknya orang miskin menjadi hina dina dimata orang kebanyakan, serta banyak dihindari orang. Gak ada orang yang punya cita-cita menjadi orang miskin, yang ada adalah nasib menjadi orang miskin.
Namun bagi yang sekarang kondisinya lagi miskin atau memang dari dulunya hidup dalam kemiskinan gak perlu bersedih sedih amat selama masih ada yang diandalkan, apalagi kalo bukan amal baik alias amal soleh. Itu sebetulnya yang bakalan membuat mulia seseorang baik di dunia maupun entar di akherat kelak. Sayangnye kita nih lebih banyak ngejar harta sebanyak-banyaknya dibanding amal soleh sebanyak-banyaknya. Sampe-sampe ada slogan mumpung masih muda dan produktif banyakin ngumpulin harta, urusan amal untuk akherat entar-entaran dulu nunggu udah tua alias kalo udah umur gak produktif lagi alais pensiun.
Yang paling cakep adalah mulia karena banyak harta juga mulia karena banyak amal soleh... bisa kagak yeeee....
Namun bagi yang sekarang kondisinya lagi miskin atau memang dari dulunya hidup dalam kemiskinan gak perlu bersedih sedih amat selama masih ada yang diandalkan, apalagi kalo bukan amal baik alias amal soleh. Itu sebetulnya yang bakalan membuat mulia seseorang baik di dunia maupun entar di akherat kelak. Sayangnye kita nih lebih banyak ngejar harta sebanyak-banyaknya dibanding amal soleh sebanyak-banyaknya. Sampe-sampe ada slogan mumpung masih muda dan produktif banyakin ngumpulin harta, urusan amal untuk akherat entar-entaran dulu nunggu udah tua alias kalo udah umur gak produktif lagi alais pensiun.
Yang paling cakep adalah mulia karena banyak harta juga mulia karena banyak amal soleh... bisa kagak yeeee....
POLISI
Melihat berita di Tv tentang aksi mahasiswa makassar yang merusak pos polisi juga mobil serta motor polisi, ditambah disanderanya wakapolsek serang, banten membuat hati menjadi miris.
1. Separah itukah kemuakan masyarakat terhadap kepolisian.
2. Separah itukah cara mahasiswa melakukan aksi.
1. Separah itukah kemuakan masyarakat terhadap kepolisian.
2. Separah itukah cara mahasiswa melakukan aksi.
Thursday, 2 December 2010
Berpolitik itu Perlu
Dalam keseharian menghadapi berbagai tipe macam orang yang mempunyai banyak latar belakang baik pendidikan, sosial, ekonomi perlu pengetahuan yang luas agar dapat menghadapinya. Ada yang tingkat pendidikannya tinggi sehingga setiap arah pembicaraan lebih mengedepankan logika, ada juga pendidikan tinggi namun maunya yang simpel-simpel saja, ada tingkat pendidikan rendah pengetahuan sempit maunya pendapat dia sendiri yang paling benar (ngotot gitu), ada yang selalu mengaitkan segala hal dengan yang mistis-mistis serta mitos, pokoknya banyak macamnya orang-orang itu.
Jika dikaitkan berbagai macam tipe orang itu dalam ber-organisasi, maka dibutuhkan ilmu politik tingkat tinggi (gak kalah ama anggota DPR) untuk menghadapi orang-orang tersebut. Politik yang isi-nya kepentingan dan lobbi-lobbi serta tidak ada musuh abadi dalam ber-politik yang ada adalah kepentingan abadi. Namun tetap dijunjung tinggi politik yang santun, yang menjunjung tinggi etika (akhlaq) sehingga tidak ada intrik-intrik kotor ataupun menohok dari belakang.
Dapat diambil contoh, jika ada sebuah gagasan/ide yang baik belum tentu bisa diterima oleh orang lain, bisa karena belum ngerti (asal jangan tidak mau tahu aja/masabodoh), gengsi karena yang mengagas ide relatif lebih muda (junior), atau merasa dilangkahi. Maka agar ide tersebut dapat diterima dan terlaksana (goal) dibutuhkan "permainan" politik tingkat tinggi dimana didalamnya penuh dengan lobi-lobi, memberi pengertian khususnya pada pihak yang belum mengerti dan tidak setuju agar dapat menerimanya.
Dan pada akhirnya perjuangan politik itu bisa berhasil, tertunda atau gagal total. Semuanya-pun harus dapat diterima dengan lapang dada.
Jika dikaitkan berbagai macam tipe orang itu dalam ber-organisasi, maka dibutuhkan ilmu politik tingkat tinggi (gak kalah ama anggota DPR) untuk menghadapi orang-orang tersebut. Politik yang isi-nya kepentingan dan lobbi-lobbi serta tidak ada musuh abadi dalam ber-politik yang ada adalah kepentingan abadi. Namun tetap dijunjung tinggi politik yang santun, yang menjunjung tinggi etika (akhlaq) sehingga tidak ada intrik-intrik kotor ataupun menohok dari belakang.
Dapat diambil contoh, jika ada sebuah gagasan/ide yang baik belum tentu bisa diterima oleh orang lain, bisa karena belum ngerti (asal jangan tidak mau tahu aja/masabodoh), gengsi karena yang mengagas ide relatif lebih muda (junior), atau merasa dilangkahi. Maka agar ide tersebut dapat diterima dan terlaksana (goal) dibutuhkan "permainan" politik tingkat tinggi dimana didalamnya penuh dengan lobi-lobi, memberi pengertian khususnya pada pihak yang belum mengerti dan tidak setuju agar dapat menerimanya.
Dan pada akhirnya perjuangan politik itu bisa berhasil, tertunda atau gagal total. Semuanya-pun harus dapat diterima dengan lapang dada.
Subscribe to:
Posts (Atom)
